Candunya Lebih dari "Garam Cina", Begini Cara Efektif Tobat Judol
Editor: alzamret | Wartawan: Redaksi
INHU (klikbuser.com) -- Sudah barang tentu bahaya garam cina atau narkoba di atas angin jika ini sempat mencekoki masyarakat. Ini jika dinilai dari segi kecanduan akibat pemakaian.
Namun satu lagi penyakit masyarakat dengan dampak negatif yang signifikan. Ini jika dinilai dari segi rutinitas yang bisa dianggap wajar dan harus mengorbankan uang.
Bahkan banyak orang mengatakan mudhorotnya lebih tinggi dari Narkoba. Sebab bisa dilakukan oleh siapa saja dan barangnya mudah dan ada. Adalah Judi Online (Judol ).
Kegiatan miring dan hitam ini juga sulit untuk di delik polisi. Bagaimana tidak? Berpasangan hanya dengan Handphone saja maka siapa saja bisa terasa terhipnotis dan candu di lingkaran permainan di sana.
"Orang mengira tengah berbalas pesan dalam android,eeh tahu tahu memainkan mesin penyedot uang laknat itu," ucap salah seorang ibu, JH (40), Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, jika Narkoba sulit dibrantas ia masih bisa protes polisi. Namun, ini lawan internet, sehingga ia pun tak bisa menuntut banyak pada Polisi untuk mengusut kasus seperti ini.
Kaum emak emak dari wilayah Kecamatan Batang Cenaku kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) berinisial KL mengatakan, betapa sulitnya untuk mengetahui orang bermain judol. Pembuktiannya pun sulit karena bisa dihapus dalam android.
KL bilang, peranan polisi untuk mengikis habis penggemar permainan hantu itu tak cukup, karena harus mengolah kasusnya dengan metode iteg. Kecuali tertangkap basah di depan mata para penggila itu tengah mempraktekan permainan sesat itu.
"Kecuali polisi itu melihat langsung orang bermain. Tapi entah lah yah mungkin dalam kasus ini ada cara efektif yang bisa dilakukan aparat penegak hukum kita, saya tidak faham," ujarnya.
Terkait cara efektif untuk melakukan pemberantasan Judol itu juga dibicarakan di tengah tengah warga desa yang tengah berbincang. Namun bukan cara menangkapnya ataupun meringkuskannya, namun peranan itu ada pada kesadaran diri pemain itu sendiri.
Menurut salah seorang pengamat dan berpengalaman, katakan saja bernama " Dodi " mengatakan tobat adalah cara efektif untuk lari dari jebakan asik judol. Menurut Dod (50) cara yang dilakukan itupun harus tepat pada orang orang yang ingin berhenti bermain game berpeluru cuan itu.
Yakni dengan cara melupakan kekalahan namun tetap bermain hingga sekali saja ia bisa menang. Jika sudah menang ambil sikap dan anggap saja ia sudah mampu mengalahkan. Jika satu situs berhasil dimenangkan maka berjanjilah dalam hati untuk tinggalkan situs itu selama lamanya.
Jika dalam HP ada 4 situs judol sudah satu situs berhasil dikalahkan, berarti tinggal 3 situs lagi harus mampu dikalahkan. Anggap saja metode ini adalah penaklukan. Metode ini juga pernah diterapkan oleh seorang mantan pemain yang saat ini sudah tak lagi mengenal judol.
"Sifatnya seperti penaklukan, jangan mencari menang demi uang. Taklukan satu persatu hingga semua situs yang kita ternak berhasil dikalahkan,lalu masukan anggapan ke dalam alam bawah sadar kita bahwa kita sudah berhasil mengalahkannya," papar Dod.
"Tapi sekali lagi maaf, metode ini khusus bagi yang mau tobat saja namun masih terjebak ambisi. Metode ini juga mengingat betapa sulitnya judol dibrantas secara telak," pungkasnya.(kbh)