Prabowo: Kita Siapkan Rp4 Triliun untuk Perbaiki 1.800 Perlintasan KA
Editor: alzamret | Wartawan: Redaksi
JAKARTA (klikbuser.com) -- Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo dengan gerbong Commuter Line (KRL) yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi.
Presiden Prabowo, yang mengenakan peci hitam dan atasan safari berwarna krem, tiba di RSUD Bekasi pukul 08.39 WIB. Kedatangan Presiden itu didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dan Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.
Di lokasi, kedatangan Presiden disambut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan pejabat daerah setempat.
Setibanya di RSUD Bekasi, Presiden Prabowo langsung memasuki ruang perawatan dan menemui korban. Momen Presiden menjenguk korban yang saat ini dirawat di RSUD Bekasi berlangsung tertutup.
"Hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah," kata Prabowo, seperti dikutip antaranews.
Prabowo menyatakan Pemerintah akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. "Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana," kata Presiden.
Selain itu dalam keterangan persnya usai jenguk para korban, Presiden Prabowo menyatakan, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa guna meningkatkan keselamatan transportasi publik.
"Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun, demi keselamatan," kata Prabowo.
Presiden menjelaskan bahwa ribuan titik perlintasan tersebut merupakan warisan infrastruktur sejak zaman Belanda yang sudah puluhan tahun tidak mendapatkan penanganan menyeluruh.
Menurut Prabowo, langkah ini diambil karena pemerintah menyadari banyak lintasan kereta api yang hingga saat ini tidak memiliki penjagaan, sehingga rawan kecelakaan.
"Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover ya nanti pelaksanaannya kita tunjuk," ujarnya.
Tiga Korban Masih Terperangkap
Sementara itu Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin dalam jumpa pers terbarunya, menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Jawa Barat, sebanyak 15 orang per-Selasa pukul 12.30 WIB siang.
Bobby mengatakan selain korban meninggal, puluhan penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan, sementara sebanyak 3 korban masih terperangkap di dalam kereta.
“Meninggal dunia itu 15 orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta,” kata Bobby.
Bobby menjelaskan evakuasi korban berlangsung cukup lama karena dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menjaga keselamatan korban. "Evakuasi ini cukup lama selama 8 jam dan kita laksanakan hati-hati sekali,” ujar Bobby.
Bobby menambahkan seluruh rangkaian kereta Argo Bromo Anggrek yang terdiri atas 12 gerbong telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi.
“Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan, jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke Stasiun Bekasi,” kata dia. (kba)
#tabrakan kereta api #kecelakaan #bekasitimur