Bukan Sekedar Omon omon, Paslon Anton Poti Prioritaskan Pengadaan Satu Set Alat Berat di Setiap Kecamatan
Editor: alan | Wartawan: alan
PASIRPENGARAIAN (klikbuser) -- Perlahan tapi pasti, pergerakan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu Nomor Urut 3, Anton ST MM dan H Syafaruddin Poti SH MM begitu melekat di hati masyarakat pedesaan dan ibukota kecamatan yang sudah di kunjungi.
Bukan tanpa alasan Paslon Kepala Daerah Rohul yang didukung Partai Gerindra, PDI-P, Hanura, Partai Umat, dan PBB ini dalam safari politiknya tidak mau memberi janji omong kosong atau omon-omon kepada simpatisan dan masyarakat.
Salah satu program yang menarik hati masyarakat dari Paslon Anton-Poti adalah pengadaan satu set alat berat di setiap kecamatan yang tersebar di Wilayah Kabupaten Rokan Hulu.
Pengadaan satu set alat berat ini dianggap sangat mendukung percepatan pembangunan fisik dan ekonomi masyarakat Rohul yang sebagian besar ditopang perkebunan Kelapa Sawit.
Konsep yang ditawarkan Anton Poti adalah Konsep Kebersamaan. Dengan bersama kita yakin bisa menyelesaikan permasalahan ditengah masyarakat.
"Anton-Poti akan memprioritaskan Pembelian 1 Set alat Berat di setiap kecamatan di Rokan Hulu," kata Bang Anton di salah satu desa yang menjadi kunjungan tim safari politik Anton-Poti, belum lama ini.
Satu set alat berat yang dimaksud Bang Anton seperti Excavator yang berfungsi selain penggunaannya untuk menggali tanah, excavator memiliki fungsi lainnya antara lain untuk memindahkan material berat, meratakan tanah, menancapkan batang pondasi, mengeruk sungai
Kemudian Grader digunakan untuk meratakan permukaan tanah secara mekanis. Tak hanya itu, alat ini pun bisa digunakan untuk mencampur tanah, melakukan penggusuran tanah, mengurug kembali galian tanah, meratakan tanggul, dan banyak lagi lainnya.
Hal ini merupakan upaya Anton - Poti untuk mempercepat perbaikan dan pembangunan jalan disetiap desa di Rokan Hulu mulai dari konektivitas antar desa dan Kecamatan termasuk jalan-jalan Produksi perkebunan masyarakat sehingga mempercepat pengeluaran hasil produksi perkebunan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.(kbf)