Kapolri Resmikan Jembatan Presisi untuk Anak Sekolah, Harapan Baru Warga Desa Gobah Kampar
Editor: Redaksi | Wartawan: Redaksi
KAMPAR (klikbuser.com) — Pagi itu, wajah-wajah warga Dusun I dan Dusun III di Desa Gobah, Kampar, tampak berbeda. Ada lega yang tak biasa, ada harap yang mulai tumbuh. Di bawah bentangan Jembatan Merah Putih Presisi yang baru diresmikan Listyo Sigit Prabowo, Selasa (17/3/2026), cerita lama tentang sulitnya menyeberang sungai perlahan menjadi kenangan.
Selama bertahun-tahun, anak-anak di desa ini harus berjibaku dengan jarak dan risiko hanya untuk sampai ke sekolah. Ada yang memutar jauh, ada pula yang menyeberangi anak sungai dengan waswas, terutama saat debit air meningkat. Kini, jembatan sepanjang 30 meter itu berdiri sebagai jawaban atas kegelisahan tersebut.
Peresmian jembatan turut didampingi Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto. Infrastruktur ini tidak hanya menghubungkan dua dusun, tetapi juga membuka akses baru bagi kehidupan masyarakat yang sebelumnya terisolasi secara geografis.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program presisi yang menyasar kebutuhan nyata masyarakat, terutama di daerah yang aksesnya masih terbatas. Di Provinsi Riau sendiri, sudah ada 27 jembatan yang rampung dan 83 lainnya tengah dibangun, dengan total mencapai 110 jembatan.
Lebih dari sekadar proyek fisik, jembatan ini lahir dari kepedulian terhadap masa depan anak-anak. Arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan penting, terutama dalam memastikan akses pendidikan tidak lagi terhalang kondisi geografis.
“Masih banyak anak-anak yang harus menghadapi tantangan besar untuk sekolah, termasuk menyeberangi sungai. Jembatan ini diharapkan menjadi solusi nyata,” ujar Kapolri.
Kini, bukan hanya pelajar yang merasakan manfaatnya. Warga desa juga mulai menghitung kemungkinan baru, biaya angkut hasil kebun yang lebih murah, waktu tempuh yang lebih singkat, hingga peluang ekonomi yang semakin terbuka.
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, turut mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci hadirnya jembatan yang kini dinanti-nanti warga.
Di Desa Gobah, jembatan itu kini bukan hanya penghubung dua dusun. Ia menjadi simbol, bahwa harapan bisa dibangun, sejauh apa pun jaraknya dulu terasa. (kbc)
#jembatanpresisi #kapolri #poldariau #polreskampar