Sambut 27 Ramadhan, Kelurahan Sedinginan Gelar Festival Lampu Colok
Editor: Rahman | Wartawan: Rahman
Lampu colok merupakan tradisi budaya melayu Riau, khusus kabupaten Rokan Hilir, yang menyalakan ribuan pelita (colok) dari botol atau kaleng bekas pada malam ke-27 Ramadhan hingga takbir. Pelita pelita tersebut disusun membentuk miniatur masjid, lafaz Allah, atau menara yang indah.
Lurah Sedinginan Muhammad Maskur melalui kasi pembangun Muhammad Syarkin mengatakan festival yang lampu colok yang digelar bertujuan memuliakan bulan suci ramadhan dan menyambut malam Lailatul Qadar.
"Ya ini bukan cuma festival menyalakan pelita aja, tapi festival yang kita lakukan adalah budaya Melayu turun menurun. Melestarikan kearifan lokal Melayu dan mempererat silaturahmi.
Selain budaya, festival ini juga ucapan syukur kita kepada Allah swt karena telah diberikan umur dan kesehatan sehingga kita bisa menjalankan puasa di bulan ramadhan tahun ini,"ungkap Sarki.
Lanjutnya, festival lampu colok mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat, dari pembuatan hingga pemasangan, ujarnya.
Dijelaskannya, ada beberapa syarat dan ketentuan didalam festival lampu colok yang digelar Kelurahan Sedinginan diantaranya
1.Letak Bangunan tidak mengganggu kelancaran aktivitas di jalan raya.
2. Bangunan harus kokoh atau kuat
3. Pesan dan kesan yang disampaikan bernuasa islami.
Tim penilai terdiri dari :
1. Camat Tanah Putih
2. Lurah Sedinginan
3. Ketua LPM Kel. Sedinginan
4. Sekretaris Lurah
5. Plr Kasi Pembangunan
Bagi daerah yang mendapat juara, panitia akan memberikan hadiah berupa uang pembinaan.(kbr)