H Sukiman Mencari Mutiara di Desa Terpencil
Editor: Alan | Wartawan: Alan
PASIRPENGARAIAN (klikbuser.com) -- Bupati Rokan Hulu H Sukiman meyakini bahwa ‘kemilau mutiara’ tidak selalu memancar dari lautan. Ia juga bisa memancar di desa sekalipun nun jauh ditepi hutan.
Makanya Pakde Sukiman sangat merindukan agar dunia pendidikan jangan hanya gemerlap di kota dengan segala fasilitas serba lengkap. tapi juga harus menusuk hingga ke desa terpencil di negeri seribu suluk ini.
H Sukiman ingin mendengar ada anak Rohul, khususnya yang tinggal di desa yang sukses masuk kuliah di ITB, UI, Gajah Mada, Akmil, dan lainnya, sebelum Ia mengkakhiri masa jabatannya.Â
Â
Sayang cita-citanya tak bisa dilampaui dengan mudah. Kondisi pendidikan di Rohul begitu kelam saat pakde Sukiman mengawali karirnya sebagai Rokan Hulu.
Â
Banyak sarana prasarana pendidikan dalam kondisi rusak, Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan masih Rendah, ruang kelas belajar seluruh jenjang pendidikan masih kuranng, minimnya laboratorium dan perpustakaan.
Sudah itu pendistribusian guru tidak merata, alat praktik dan peraga jauh dari mencukupi, keterjangkauan dalam mendapatkan layanan pendidikan masih sulit, belum terpenuhinya kebutuhan operasional penyelenggaran Pendidikan.Â
Pakde Sukiman tidak mau merenung yang membuatnya bisa patah arang. Benang kusut itu diurainya satu persatu. Kini secara umum kondisi sekolah SD dan SMP di Rokan Hulu sudah memadai.Â
Dari hasil kunjungan H Sukiman ke berbagai desa sangat terkesan ternyata masyarakatnya ‘haus’ dengan dunia pendidikan. Pengalaman ini dirasakan H.Sukiman saat menyambangi Desa Pauh Kec. Bonai Darussalam, tahun 2020 lalu.Â
Masyarakat di sana sedih sebab di desa tersebut belum ada bangunan sekolah untuk tingkat SLTP. Sebelumnya ada bangunan yang dihibahkan oleh seorag warga.
Namun Kades Pauh Darmen Ritonga mengatakan karena ada permasalahan, para guru tak mau mengajar di sekolah itu sehingga anak-anak itu terpaksa numpang belajar di gedung SD 011,dan Kantor BPD.
Untunglah ada Tokoh Masyarakat yang merasa sedih dan terketuk hatinya untuk menghibahkan dua hektar tanahnya untuk masing-masing dibangun gedung SMP seluas satu hektar dan SMA satu hektar.Â
Sang dermawan Raja Maratua Sitorus merasa sedih hingga meneteskan air mata melihat pedihnya nasib guru dan murid tersebut. “Kalau tak ada sekolah SMP dan SMA di Desa Pauh tak ada kemajuan nanti,†katanya.Â
Bupati Rokanhulu H.Sukiman menyampaikan ucapan terimakasih kepada Raja Maratua Sitorus yang betitu tulus menghibahkan lahan nya untuk pembangunan sekolah agar pendidikan di Desa Pauh ini bisa bangkit.
Masyarakat di sana langsung bertepuk setelah Pakde Sukiman berjanji akan membangun gedung sekolah tersebut. Dan kini SMP tersebut sudah berdiri dengan status SMP Negeri IV Desa Pauh Bonai Darussalam.
Dalam pandangan H Sukimann, jika pemerataan pendidikan sudah setara hingga ke desa-desa, bukan tidak mungkin kelak akan tergali ‘mutiara’ yang kelak kemilaunya bisa bersinar di sana-sini.
Â
Dengan nilai yang tinggi, ia bisa mampu diterima di ITB, UI, Akmil, bahkan Universitas di luar negeri dengan bea siswa pemkab Rohul, pusat, bahkan kampus yang dituju, jika tergolong mahasiswa kurang mampu.Â
Dan cita-cita Pakde Sukiman bukan hanya untuk anak Rohul. Ia bahkan berniat menebar kebaikan ini hingga ke tingkat Provinsi Riau.Â
Makanya H Sukiman akan maju sebagai Calon Gubernur Riau dan jika berhasil cita-cita luhur ini akan segera ditunaikan.(sal)