Kelebihan Kapasitas, Ratusan Narapidana di Lapas Meranti Dapat Remisi
Editor: admin | Wartawan: admin
SELATPANJANG - Sebanyak 189 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selatpanjang terima remisi. Remisi langsung diserahkan Bupati Kepulauan Meranti HM Adil SH MM, Rabu (17/8/2022) pagi.
Kepala Lapas Kelas llB Selatpanjang Khairul Bahri Siregar menerangkan warga binaan di Lapas Selatpanjang saat ini berjumlah 309 orang. Ia mengaku jumlah itu sudah melebihi dari kapasitas (overload) Lapas yang hanya untuk 86 orang.
"Kalau rinciannya, pidana perkara narkotika ada 251 orang dan jika dipersentasekan mencapai 82,56 persen. Kemudian sisanya pidana umum dan lainnya berjumlah 56 orang," jelas Bahri.
Dari keseluruhan warga binaan di Lapas, lanjut Bahri, 189 orang mendapatkan remisi umum satu. Tidak ada yang mendapat remisi umum bebas langsung.
"Besaran remisinya berbeda-beda. Dari data kita, ada 54 orang yang dapat pengurangan masa tahanan selama satu bulan, 43 orang dua bulan, 54 orang tiga bulan, 25 orang empat bulan, 11 orang lima bulan, dan satu orang enam bulan," jelasnya lagi.
Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil SH MM pada kesempatan itu berharap kepada warga binaan penerima remisi dapat memberikan motivasi dan kesadaran untuk selalu patuh kepada aturan hukum serta norma yang berlaku. Sehingga ke depannya dapat menjadi manusia yang berkualitas.
"Pemerintah memberikan apresiasi berupa remisi bagi warga binaan yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi, dan disiplin yang tinggi dalam program pembinaan. Yang mendapat remisi ini telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar warga binaan terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan agar menjadi insan yang taat hukum, berakhlak mulia dan berbudi luhur, serta insan yang berguna bagi pembangunan bangsa.
Untuk itu, manfaatkanlah momen ini sebagai sebuah motivasi untuk tetap berperilaku baik, taat pada aturan dan tetap mengikuti program pembinaan dengan bersungguh-sungguh.
"Tanamkan dalam benak bahwa proses yang dijalani sekarang bukan merupakan penderitaan semata, namun sebuah proses pendidikan dan pembinaan untuk menjadi manusia yang lebih baik," ungkapnya. (Sumber RN)