Mitra Binaan PHR Unjuk Gigi di Forum Kapnas
Editor: Admin | Wartawan: Admin
JAKARTA--Pengembangan bisnis lokal merupakan strategi Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja Rokan dalam mendorong manfaat bersama dan berganda untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Strategi diwujudkan melalui program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Local Business Development (LBD) yang saat ini melibatkan sekitar 700 perusahaan kecil/koperasi, Pasar Digital (PaDi) UMKM, maupun Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai lebih dari 60 persen.Â
Berbagai program tersebut dapat turut mendorong peningkatan kapasitas SDM dan kemandirian masyarakat. Hal itu pun mendapat apresiasi dari SKK Migas pada ketegori UMKM dan Pabrikan Dalam Negeri.Â
â€Menjelang setahun pasca alih kelola PHR di WK Rokan, penghargaan ini memberikan makna tersendiri. Penghargaan ini merupakan bukti yang mencerminkan kolaborasi kuat antara PHR dengan mitra binaan dalam rangka mewujudkan program-program pemberdayaan masyarakat yang berdampak positif pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Riauâ€, ungkap Sukamto Tamrin, VP Corporate Affairs PHR WK Rokan.Â
Diketahui, PHR WK Rokan bekerja sama dengan Universitas Lancang Kuning untuk pelaksanaan program Bank Sampah dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau untuk Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif.
Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengungkapkan, sektor migas sejak lama memainkan peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusinya terhadap industri lain akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas nasional.
"Untuk itu pemanfaatan komponen dalam negeri pada industri migas harus semakin dioptimalkan," kata Ma’ruf Amin saat membuka gelaran Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) II Kegiatan Usaha Hulu Migas tahun 2022 pada Rabu (27/7).Â
Ajang bergengsi ini juga dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifn Tasrif serta Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.Â
Forum Kapnas berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), DKI Jakarta, pada 27-28 Juli. Diikuti seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) SKK Migas.Â
Kegiatan tersebut ini diinisiasi oleh SKK Migas yang bertujuan untuk mendukung program pembinaan kepada penyedia barang/jasa dalam negeri dan daerah. Ini juga merupakan bentuk perhatian dan kewajiban KKKS untuk mengembangkan usaha di daerah demi meningkatkan efek berganda (multiplier effect) pada perekonomian daerah.Â
Selain itu, Forum Kapnas diharapkan mampu memberikan dampak pada peningkatan kapasitas nasional hulu migas, salah satunya dalam upaya mencapai target lifting minyak 1 juta barel per hari pada 2030 mendatang.Â
Kegiatan menjadi ajang unjuk gigi para mitra binaan PT PHR WK Rokan. Dengan bangga Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif menampilkan produk-produk hasil binaan yang dibanjiri pengunjung mulai dari produk makanan ringan khas daerah, kain tenun, songket dan batik Riau serta kerajinan tangan lainnya.Â
Sedangkan Bank Sampah menampilkan kriya, pembuatan ecoenzym dan simulasi pembuatan pupuk lindi. Dua mitra binaan ini mewakili Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). rn